Friday, July 9, 2010

SANGGAR NYERI


Sanggar Nyeri

Kini, ku punya banyak teman baru
Mereka begitu rajin menemani
Semasa aku kuat bekerja
Mereka menganggu dera
Sewaktu aku berwuduk
Tulang belulangku diketuk
Tukul keluli bergerigi besi
Kalau aku cuba santai membaca koran
Kau sentap otot senjaku dengan kekejangan spastik
Aku tak meregang koran sedepa tangan
Pasti kau sentap ototku mengerang

Atau sedang aku lagi lena tidur
Dibuai bioskop mimpi dengan adegan ngeri-nyeri
Mereka tiba-tiba membangunkan daku
Dari gelisah tidur dengan tusuk tikam sembilu
Membangun-gempita daku tanpa perlu ada jam gerak
Kalian rajin bergurau tanpa tahu waktu

Wahai teman, rakan, kawan dan sahabat
Kalian bercanda dengan nyeri meskipun aku lagi solat
Menyapa daku dengan nyilu yang menikam
Menyampai salam dengan sakit yang menghiris
Sahabatku bermadah dalam siatan saraf
Kekadang menyanyi lagu nyaring mengupas deria
Ada kalanya nyanyian nyeri menari-nari
Seolah-olah pesta sakit dirai rakan berbisa
Teman nyeri, sahabat nyilu dan kawan penghiris saraf
Yang menstrom kabel sarafku dengan arus bervoltan tinggi.
Kawan kau sayat sarafku
Rakan kau ramas-kuat dagingku
Teman kau geriji sendi bahuku
Sahabatku memberi kado sakit
Sebagai hadiah menyambut perit
Bagaikan menyimbah asam di luka berdarah
Kawan, sahabat, rakan dan teman
Kalian rajin menemani deritaku
Kalian setia menyiksaku
Aku terima kalian sebagai rakan, sahabat, teman dan kawan
Semasa penyakit menghuni tubuh
Dalam sanggar nyeri
Yang memenjara diri

Aku ingin berdamai dengan kalian
Kalau aku mati, kamu tidak punya rakan, teman, kawan dan sahabat untuk disakiti.
Biarlah aku pergi.... atau kita berdamai.


Subang Jaya. 7 Julai 2010

No comments:

Post a Comment