Sunday, July 25, 2010

MUTIARA PUTERIKU

Kau puteriku merantau jauh ke Bumi Korea
mengalunkan petikan jemari alat muzika di tanah asing
bersama remaja Korea dan dunia
mengharmoni dalam nada
dalam kesejagatan penghayatan seni tradisi
tanpa mengira
seakan ia datang dari luar angkasa
nada petikan 'gayageum' merapatkan manusia
dari seluruh buana
membina sanggar budaya dalam muzika purba
bertempat dalam sanubari remaja
serentas dunia

Kau puteri Melayu dari Subang Jaya
Satu-satunya peserta dari Malaysia
memetik simfoni tradisi Korea
bertudung tanpa ragu memperaga wibawa
keyakinan jiwa untuk berada di persada dunia.

Tahniah! Anakndaku Wan Nur Amira Rahmat Haroun.





Thursday, July 22, 2010

ILUSI SEGITIGA KARNISZA

Ilusi segitiga Karnisza suatu misteri

Mata sebuah bola sepasang jua

punya kornea kanta dan retina

Di retina penuh dengan penerima cahaya

Kon di tengah, rod di pinggir retina

Kon untuk penglihatan rinci

dan rod untuk penglihatan gulita mata



Tetapi mengapa?

Dalam Paradoks Ellbsberg

aku teperangkap dalam ketakutan

terhadap misteri kekaburan



Tetapi mengapa demikian

karena aku pro-kepastian

Mereka hanya pemilih kekaburan nyata

Ternyata mereka hanyalah mangsa amygdala.


Friday, July 9, 2010

SANGGAR NYERI


Sanggar Nyeri

Kini, ku punya banyak teman baru
Mereka begitu rajin menemani
Semasa aku kuat bekerja
Mereka menganggu dera
Sewaktu aku berwuduk
Tulang belulangku diketuk
Tukul keluli bergerigi besi
Kalau aku cuba santai membaca koran
Kau sentap otot senjaku dengan kekejangan spastik
Aku tak meregang koran sedepa tangan
Pasti kau sentap ototku mengerang

Atau sedang aku lagi lena tidur
Dibuai bioskop mimpi dengan adegan ngeri-nyeri
Mereka tiba-tiba membangunkan daku
Dari gelisah tidur dengan tusuk tikam sembilu
Membangun-gempita daku tanpa perlu ada jam gerak
Kalian rajin bergurau tanpa tahu waktu

Wahai teman, rakan, kawan dan sahabat
Kalian bercanda dengan nyeri meskipun aku lagi solat
Menyapa daku dengan nyilu yang menikam
Menyampai salam dengan sakit yang menghiris
Sahabatku bermadah dalam siatan saraf
Kekadang menyanyi lagu nyaring mengupas deria
Ada kalanya nyanyian nyeri menari-nari
Seolah-olah pesta sakit dirai rakan berbisa
Teman nyeri, sahabat nyilu dan kawan penghiris saraf
Yang menstrom kabel sarafku dengan arus bervoltan tinggi.
Kawan kau sayat sarafku
Rakan kau ramas-kuat dagingku
Teman kau geriji sendi bahuku
Sahabatku memberi kado sakit
Sebagai hadiah menyambut perit
Bagaikan menyimbah asam di luka berdarah
Kawan, sahabat, rakan dan teman
Kalian rajin menemani deritaku
Kalian setia menyiksaku
Aku terima kalian sebagai rakan, sahabat, teman dan kawan
Semasa penyakit menghuni tubuh
Dalam sanggar nyeri
Yang memenjara diri

Aku ingin berdamai dengan kalian
Kalau aku mati, kamu tidak punya rakan, teman, kawan dan sahabat untuk disakiti.
Biarlah aku pergi.... atau kita berdamai.


Subang Jaya. 7 Julai 2010

Wednesday, July 7, 2010

EKTASI SUFI


Kapan ektasi abadi jadi realiti
Kunanti bahagia tanpa tragedi
Dalam mimpi levitasi sufi
kesempurnaan tanpa cacat yang kurindui
menjelma immortal tanpa mati
kemewahan tanpa miskin di bumi
estim memuncak tanpa gengsi
lenyap pikunku menjelma rejuvenasi
Hakiki yang berkunjung di impian firdausi
Di situ Segala mungkin jadi realiti
Sungai susu mengaliri
Bersama kali arak-warak untuk dicicipi
Saban malam perawan menanti
Janji spiritual di ranjang syurgawi
Kapan itu jadi realiti?
Aku nan menanti

Kuah, Langkawi, Qedda.
13 Mei 2009.

Saturday, June 19, 2010

Kematian Indah

















Kematian indah dinanti sudah
Silam berlalu, mendatang kini
Kini bukan sekarang lagi
Sekarang bisa mengundur ke belakang kala
Penantian usang sesenja usia
Menanti kematian tak kunjung tiba
Lalu memburu mati, mau kurangkul kesyahduannya
Kunanti misteri lena terakhir
Mau kusingkap rahsia kematian
Mati nan manis yang kunanti
Kapan bisa kuseru
Selamat datang Kematian
Teman sejati kunanti
Bersama hijrah abadi
Mati aku sedia datang kepadamu........
Subang Jaya 10.1.2008

Tuesday, June 15, 2010

TANYALAH KEPADA TUHAN














Tanyakan pada Tuhan

Tanyakan pada Tuhan
Kapan Bush akan didakwa?
Atas jenayah kemanusiaan
arkitek kematian ribuan nyawa awam
Yang terkorban akibat metafora perang
Kemusnahan kolateral
Tanyakan pada Tuhan
Bilakah Bush akan dipenjara?
Atas tindakan pidana terhadap rakyat Iraq
Yang tidak berdosa.

Tanyakan kepada Tuhan
Kapan Blair akan didakwa?
Membunuh ribuan kanak-kanak Iraq
Yang maut kerana ketiadaan vaksin
Yang tewas akibat ketiadaan antibiotik
Dalam embargo terhadap kemanusiaan
Atas alasan rekaan
Senjata Pemusnah Besar-besaran!

Tanyakan kepada Tuhan
Kapan Natanyahu diheret
ke Mahkamah Keadilan Internasional
Atas pembunuhan 19 aktivis kemanusiaan
Di atas kapal kargo Freedom Fortila
Di perairan antar-bangsa
Lupakah Tuhanku
akan pembunuhan demi pembunuhan
Umat Palestin yang tidak berdosa....

Kapan Tuhan menjatuhkan vonisMU
Kapan? Aku mau jawabanMU
Apakah Tuhan menunggu umatMU
Dari Maghribi ke Gorotalo bersatu?
Oh Tuhan! Amat sukar kataku ya Tuhan,
Di mana mungkin Tuhan, di kampungku sahaja
Sembelihan orang Islam tidak disentuh Muslim yang lain
Solat jenazah dua kali karena berbeda partai
Merentasi bumi Islam
Sunni dan Syiah bertukar ledakan maut di masjid
Taliban saling membunuh Mujaheedin
Apakah Tuhan menghukum umatMu
Karena mereka gagal bersatu-padu?

Subang Jaya 15 Juni 2010.






Sunday, June 13, 2010

ASAP ROKOK SI BAJU KURUNG


Selesai solat Jumaat
kukunjungi restoran di Sunway
Seorang perempuan Melayu tak kupanggil wanita
Berbaju kurung jingga berkembang bunga
Wajah ayu cantik mempersona
Namun sebatang rokok tersepit di bibirnya
Gemawan asap rokok terhembus bangga
Inikah tanda emasipasi mulia kaum hawa?
Lebih bersalahkah perempuan Melayu berbaju kurung
menghisap rokok di khalayak ramai daripada lelaki jantan perkasa menghisap rokok mendukung anaknya?
Apakah aku adil menghukumnya?
Walaupun dengan lirik pandangan di sudut mata
Aku tak bisa panggilmu wanita, wahai perempuan
Tak sampai hati nak panggil perokok betina
Aku tidak suka menghina sesiapa
Apa pun gelaran perempuan atau betina
Kau pernah menjadi gadis, puteri dan wanita
Kau menolak gelaran semantik halus dan sopan
Memilih menjadi betina atau perempuan
mangsa nikotin dikau jadi korban
kesan sampingan pembangunan
Kau jadi perempuan bukan wanita santun
Penjunjung budaya pencermin bangsa
Apakah adil kupanggil kau perempuan?
Apakah ia emansipasi yang tersasar?
Subang Jaya 7.9.2007